Rabu, 25 Maret 2015


                                           Takdir  Si Kaya


                Setiap minggu, adalah rutinitas Harris berjalan-jalan bersama orang tuanya. Biasanya dia pergi ke Mall atau tempat-tempat menyenangkan lainnya. Dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan dengan orangtuanya setiap hari. Orangtuanya selalu mengupayakan yang terbaik untuk kebahagiaan Harris. Tetapi, Harris si Kaya itu tidak mengalami kesenangan sedikitpun di lingkungan sekolahnya.

                Ya, di sekolah tempat ia menuntut ilmu, dia mengalami keadaan yang jauh berbeda ketika di rumahnya. Teman-temannya yang biasanya iri dengan dirinya selalu merendahkannya dan menganggap bahwa Harris hanya dapat hidup dengan Uang! Harris memang murid yang kurang berbakat. Dia tidak pintar, tidak jago olahraga, ataupun hal keren lainnya. Dia hanya memliki kelengkapan sekolah yang mahal seperti tas dan sepatu. Hal tersebut malah menambah kebencian teman-temannya di sekolah.

                Ada salah satu temannya yang paling membenci dan anti dengannya, namanya Boy. Dia tidak terlalu kaya, tetapi dia sangat pandai, jago olahraga, dan sangat disegani baik oleh teman maupun guru. Keadaan yang sungguh terbalik dengan Harris. Jika Harris sedang diejek, dia senang bukan kepalang. Bahkan menambah ejekan kepada Harris. Sungguh malang nasib Harris. Hal tersebut pun berulang setiap harinya. Ada saja ulah temannya untuk mengusili Harris.

                Sadar telah diperlakukan seperti itu, Harris pun berupaya melakukan pembalasan. Dia berniat dan masih berfikir bagaimana caranya agar dia lebih dihargai. Dia pun berfikir untuk langsung mengalahkan Boy. Karena jika langsung mengalahkannya, Harris langsung dapat dihargai. Dia pun memikirkan strategi untuk mengalahkan Boy. Dia harus memikirkan matang-matang soal rencananya tersebut. Jika gagal, dia malah akan lebih dibenci dan direndahkan.

               Mula-mula dia akan mengurangi image nya sebagai anak orang kaya, demi memuluskan rencananya kedepan, lalu kebetulan akan diadakan lomba futsal antar kelas. Dan juga akan ada presentasi makalah Sejarah yang akan dilakukan satu kelas. Ini menjadi momen yang bagus untuk mengalahkan Boy. Untuk itu dia harus mempersiapkan semuanya mulai dari berlatih futsal sampai belajar sejarah dengan sungguh-sungguh.

              Pagi itu, Boy berangkat dengan naik ojek. Biasanya dia naik mobil dengan supirnya. Saat itu teman-temannya pun heran dengan peristiwa tersebut. “Hey, ayahmu bangkrut ya? Hahaha” kata salah satu temannya yang sedang memasuki pagar sekolah. Harris berusaha menahan amarahnya dan menuju ke kelas. Saat itu dia sengaja memakai sepatu dan tas yang tidak mahal dan sama dengan teman-temannya. Saat itulah Boy juga mulai curiga. Dia mulai berfikir yang tidak-tidak mengenai Harris.

              Sejak saat itu, Harris berlatih futsal dengan giat. Dia tidak mengandalkan kekayaannya untuk berlatih, Dia hanya Minta dibelikan bola dan sepatu futsal pada mamanya untuk berlatih. Dia pun berlatih setiap sore sepulang sekolah di halaman rumahnya. Selain berlatih futsal, dia juga mempelajari tentang makalah sejarah dengan sangat bersungguh-sungguh. Dia juga meminta dibelikan sejumlah buku oleh mamanya. Semua kegiatan itu dia lakukan berhari-hari hingga merasa bahwa dia telah dapat menyeimbangi Boy.

               Hari itu lomba futsal antar kelas pun dimulai. Semua kelas bersiap dengan skuadnya masing-masing. Harris yang tidak masuk skuad langsung meminta dimasukkan ke dalam skuad oleh Boy. Tetapi Boy jelas menolak permintaan tersebut. Harris yang sudah yakin akan kemampuannya itu pun mengadakan janji dengan Boy. Jika dia tidak mencetak goal saat bertanding, maka dia akan memberikan sepatu futsalnya kepada Boy. Lalu Boy berfikir ulang dan menerima tawaran dari Harris.

               Saat bertanding, kelas Harris dan Boy pun secara mengejutkan tampil sebagai juara. Dan lebih mengejutkannya lagi, Harris dapat mencetak goal, meskipun hanya satu. Dia sangat bahagia dan mulai diperhitungkan oleh teman-temannya, Tetapi Boy masih tidak suka pada Harris. Saat Presentasi makalah sejarah, Boy dan Harris bergantian menjawab pertanyaan dan berebut nilai. Persaingan nilai mereka sangat ketat. Tetapi pada pertanyaan terakhir, Harris dapat menjawab pertanyaan yang tidak Boy ketahui jawabannya.

               Saat itulah titik balik keadaan terjadi. Harris menjadi topik utama di kelasnya karena perubahan fantastisnya. Harris mulai bisa diterima di kalangan teman-temannya dan mulai diperhitungkan. Boy pun mulai tersingkir keberadaanya karena masih tidak mau mengakui Boy. Tetapi lama kelamaan Boy mulai terbuka hatinya dan mulai membaur dengan baik bersama Harris. Meskipun perlahan, tetapi akhirnya Harris Si Kaya itupun tidak lagi jadi cemoohan kelasnya. Harris dan Boy adalah kebanggaan kelas sekarang.



                                                                                                            
story by:Ahmad Husein

Tidak ada komentar:

Posting Komentar