Takdir Si Kaya
Setiap
minggu, adalah rutinitas Harris berjalan-jalan bersama orang tuanya. Biasanya
dia pergi ke Mall atau tempat-tempat menyenangkan lainnya. Dia selalu
mendapatkan apa yang dia inginkan dengan orangtuanya setiap hari. Orangtuanya selalu
mengupayakan yang terbaik untuk kebahagiaan Harris. Tetapi, Harris si Kaya itu
tidak mengalami kesenangan sedikitpun di lingkungan sekolahnya.
Ya, di sekolah tempat ia
menuntut ilmu, dia mengalami keadaan yang jauh berbeda ketika di rumahnya.
Teman-temannya yang biasanya iri dengan dirinya selalu merendahkannya dan
menganggap bahwa Harris hanya dapat hidup dengan Uang! Harris memang murid yang
kurang berbakat. Dia tidak pintar, tidak jago olahraga, ataupun hal keren
lainnya. Dia hanya memliki kelengkapan sekolah yang mahal seperti tas dan
sepatu. Hal tersebut malah menambah kebencian teman-temannya di sekolah.
Ada salah satu temannya yang paling membenci
dan anti dengannya, namanya Boy. Dia tidak terlalu kaya, tetapi dia sangat pandai,
jago olahraga, dan sangat disegani baik oleh teman maupun guru. Keadaan yang
sungguh terbalik dengan Harris. Jika Harris sedang diejek, dia senang bukan
kepalang. Bahkan menambah ejekan kepada Harris. Sungguh malang nasib Harris.
Hal tersebut pun berulang setiap harinya. Ada saja ulah temannya untuk
mengusili Harris.
Sadar telah diperlakukan seperti itu, Harris
pun berupaya melakukan pembalasan. Dia berniat dan masih berfikir bagaimana
caranya agar dia lebih dihargai. Dia pun berfikir untuk langsung mengalahkan
Boy. Karena jika langsung mengalahkannya, Harris langsung dapat dihargai. Dia
pun memikirkan strategi untuk mengalahkan Boy. Dia harus memikirkan
matang-matang soal rencananya tersebut. Jika gagal, dia malah akan lebih dibenci
dan direndahkan.
Mula-mula dia akan mengurangi image nya
sebagai anak orang kaya, demi memuluskan rencananya kedepan, lalu kebetulan
akan diadakan lomba futsal antar kelas. Dan juga akan ada presentasi makalah
Sejarah yang akan dilakukan satu kelas. Ini menjadi momen yang bagus untuk
mengalahkan Boy. Untuk itu dia harus mempersiapkan semuanya mulai dari berlatih
futsal sampai belajar sejarah dengan sungguh-sungguh.
Pagi itu, Boy berangkat dengan naik ojek.
Biasanya dia naik mobil dengan supirnya. Saat itu teman-temannya pun heran
dengan peristiwa tersebut. “Hey, ayahmu bangkrut ya? Hahaha” kata salah satu
temannya yang sedang memasuki pagar sekolah. Harris berusaha menahan amarahnya
dan menuju ke kelas. Saat itu dia sengaja memakai sepatu dan tas yang tidak
mahal dan sama dengan teman-temannya. Saat itulah Boy juga mulai curiga. Dia
mulai berfikir yang tidak-tidak mengenai Harris.
Sejak saat itu, Harris berlatih
futsal dengan giat. Dia tidak mengandalkan kekayaannya untuk berlatih, Dia
hanya Minta dibelikan bola dan sepatu futsal pada mamanya untuk berlatih. Dia
pun berlatih setiap sore sepulang sekolah di halaman rumahnya. Selain berlatih
futsal, dia juga mempelajari tentang makalah sejarah dengan sangat bersungguh-sungguh.
Dia juga meminta dibelikan sejumlah buku oleh mamanya. Semua kegiatan itu dia
lakukan berhari-hari hingga merasa bahwa dia telah dapat menyeimbangi Boy.
Hari itu lomba futsal antar kelas pun dimulai.
Semua kelas bersiap dengan skuadnya masing-masing. Harris yang tidak masuk
skuad langsung meminta dimasukkan ke dalam skuad oleh Boy. Tetapi Boy jelas
menolak permintaan tersebut. Harris yang sudah yakin akan kemampuannya itu pun
mengadakan janji dengan Boy. Jika dia tidak mencetak goal saat bertanding, maka
dia akan memberikan sepatu futsalnya kepada Boy. Lalu Boy berfikir ulang dan
menerima tawaran dari Harris.
Saat bertanding, kelas Harris
dan Boy pun secara mengejutkan tampil sebagai juara. Dan lebih mengejutkannya
lagi, Harris dapat mencetak goal, meskipun hanya satu. Dia sangat bahagia dan
mulai diperhitungkan oleh teman-temannya, Tetapi Boy masih tidak suka pada
Harris. Saat Presentasi makalah sejarah, Boy dan Harris bergantian menjawab
pertanyaan dan berebut nilai. Persaingan nilai mereka sangat ketat. Tetapi pada
pertanyaan terakhir, Harris dapat menjawab pertanyaan yang tidak Boy ketahui
jawabannya.
story by:Ahmad Husein
Tidak ada komentar:
Posting Komentar